Muclas : Dampak Negatif Internet Tergantung Keluarga

Yogyakarta- Pakar Teknologi Informasi Univ. Ahmad Dahlan, Muclas MT menyatakan bahwa keluarga adalah kunci penting kesiapan anak-anak dalam menggunakan internet. Karena menurutnya, walaupun sudah ada proteksi pemerintah dengan mensensor pronografi di Internet, namun hal itu menurutnya jauh dari efektif. Pernyataan tersebut dinyatakan sosok yang juga Wakil Ketua Lembaga Pustaka Informasi PP Muh itu dalam acara workshop yang membahas Internet sebagai sumber pembelajaran oleh PP Aisyiyah, sabtu (14/06/2008) di Gedoeng Moehammadijah, Jl KHA Dahlan 103 Yogyakarta.

Menurut Muclas, dampak negatif internet pada anak terjadi karena orang tua tidak banyak mengerti tentang seluk beluk internet, khususnya dampak positifnya. “Kalau berinternet tidak memiliki tujuan, hal seperti ini yang biasanya menyebabkan anak mengakses pornografi misalnya” terangnya. “Kita harus kondisikan bahwa masuk ke situs porno itu sesuatu yang tabu, sehingga Komputer harus terbuka dan bapak ibu harus bisa melihat” lanjutnya. Ada hal yang menurut Muclas penting di ajarkan untuk anak, yaitu dengan membuat anak berpartisipasi aktif di dunia Internet. Salah satu yang dilakukan Muclas kepada anak-anaknya di rumah adalah dengan mengajari anak-anak membuat Blog. Menurutnya dengan adanya Blog, anak-anak akan tersibukkan dan tidak berfikir mengakses kontent negatif dari internet.

Pengakses Pornografi itu Orang Bodoh

Sementara itu, Pakar Teknologi Informasi lulusan Institut Teknologi Bandung, Ir Fathul Wahid, MSc menyatakan bahwa sebenarnya pola pengguna internet bisa dibagi dalam empat pola, yaitu untuk Busines, Instrumental, Communication dan Recreational. Aktifitas mengakses situs porno di kota Yogyakarta menurut penelitiannya termasuk dalam Recreational bersama aktifitas download musik dan bermain game yang total prosentasenya hanya 4,1%. Karakteristik pengakses situs porno ini menurutnya biasanya banyak dilakukan oleh para pemula, dengan kemampuan ekonomi rendah dan tingkat pendidikan rendah. “Karena melihat situs porno tidak perlu bisa bahasa Inggris…” seloroh Dekan FT UII yang pernah menjadi Ketua PW IRM Jawa Barat tersebut. (arif)

sumber :http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1188&Itemid=2

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s